Site icon SIMABUA INFO

Ketua Sanggar Betawi Bintang Sky Ajak Pemuda Hindari Provokasi dan Peringati Hari Pahlawan Melalui Pelestarian Budaya Betawi

Simabuainfo.com – Sanggar Betawi Bintang Sky mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Jakarta menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November 2026. Momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan melalui kegiatan positif, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.

 

Ketua Sanggar Betawi Bintang Sky, Kausar, mengatakan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya diwujudkan melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan melestarikan kebudayaan daerah. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai ajakan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kondusivitas Jakarta pada 10 November mendatang.

 

“Momentum Hari Pahlawan seharusnya kita jadikan sebagai kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Jangan sampai kita justru terpengaruh ajakan yang dapat menimbulkan keributan. Lebih baik kita mengisi momentum tersebut dengan kegiatan positif, salah satunya melalui pelestarian budaya Betawi,” ujar Kausar.

 

Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu bentuknya adalah dengan mengenal, mempelajari, dan mengembangkan kesenian tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing. Dalam hal ini, Sanggar Betawi Bintang Sky terus berupaya memperkenalkan kesenian Ondel-Ondel kepada masyarakat, khususnya kalangan milenial dan generasi muda.

 

Kausar menjelaskan bahwa kegiatan kebudayaan dapat menjadi alternatif positif bagi pemuda dalam memperingati Hari Pahlawan. Berbagai kegiatan seperti pawai budaya Betawi, pertunjukan Ondel-Ondel, latihan tari tradisional, pengenalan musik Betawi kepada pelajar, hingga kegiatan gotong royong dan bakti sosial dapat menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

 

“Kita bisa mengenang jasa para pahlawan dengan cara yang sederhana tetapi bermanfaat. Misalnya, ikut latihan kesenian Betawi, menampilkan Ondel-Ondel, mengenalkan budaya kepada anak-anak, atau mengadakan kegiatan sosial bersama masyarakat. Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga ikut menjaga warisan bangsa,” ungkapnya.

 

Ia juga menilai bahwa derasnya pengaruh budaya asing tidak seharusnya membuat generasi muda melupakan identitas budaya sendiri. Menurutnya, budaya Betawi perlu terus diperkenalkan melalui kegiatan yang menarik dan melibatkan anak muda secara langsung agar tumbuh rasa bangga terhadap kebudayaan daerah.

 

Selain itu, Kausar menekankan bahwa kesenian tradisional bukan sekadar hiburan atau pertunjukan, melainkan mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.

 

Ia berharap momentum Hari Pahlawan dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan yang belum jelas kebenarannya. Penyampaian aspirasi hendaknya tetap mengedepankan kedamaian, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas.

 

“Jakarta merupakan rumah kita bersama. Mari kita jaga dengan kegiatan yang positif, lestarikan budaya Betawi, dan tanamkan semangat persatuan kepada generasi muda. Menghargai jasa para pahlawan tidak harus dengan hal-hal besar, tetapi bisa dimulai dari menjaga lingkungan, membantu sesama, dan melestarikan budaya sendiri,” pungkas Kausar.

Exit mobile version