Foto: Tampak M. Rafik Datuk Rajo Kuaso Inisiator Majelis Adat Indonesia (MAI), Ist
SERPONG, SIMABUA||INFO— Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) melalui inisiatornya, M. Rafik Datuk Rajo Kuaso, yang juga menjabat sebagai Datuk Kepala Pasukuan Minangkabau, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Minang Food Street 2025. Acara kuliner khas Minangkabau yang digelar pada 03–06 Oktober 2025 di kawasan samping ITC BSD, Serpong, Tangerang Selatan, ini bukan hanya menjadi wadah promosi cita rasa autentik, tetapi juga ruang pertemuan budaya sekaligus ajang silaturahmi kebangsaan yang memperkaya keberagaman Nusantara.
Dalam pernyataannya, M. Rafik menekankan bahwa acara ini mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi pondasi bangsa. “Minang Food Street bukan sekadar pesta kuliner, melainkan juga wujud nyata kekuatan adat, budaya, dan ekonomi rakyat yang tumbuh bersama dalam kebersamaan. Kami dari Majelis Adat Indonesia memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang berkontribusi, baik para pelaku UMKM yang menghadirkan hidangan legendaris seperti rendang, sate Padang, dan gulai tunjang, maupun komunitas budaya dan masyarakat luas yang hadir meramaikan,” ujar M. Rafik Datuk Rajo Kuaso (3/10).
Lebih lanjut, beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada para tokoh adat, pemangku budaya, serta segenap masyarakat yang mendukung acara ini. Dukungan tersebut tidak hanya memastikan kelancaran acara, tetapi juga menjadikannya momentum berharga untuk melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi. Acara ini juga menampilkan berbagai elemen budaya Minangkabau, seperti pertunjukan randai, tari zapin, dan pameran kain songket, yang turut memikat pengunjung dari berbagai daerah.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan persaudaraan Nusantara, M. Rafik Datuk Rajo Kuaso turut mengundang para Raja, Sultan, Datuk, dan Ratu se-Nusantara untuk hadir. Kehadiran para pemimpin adat ini diharapkan semakin memperkokoh rasa persaudaraan, memperkuat jaringan kebudayaan, sekaligus memperlihatkan bahwa kuliner dan adat istiadat dapat menjadi medium pemersatu bangsa yang efektif. “Dengan kehadiran mereka, acara ini akan semakin bermakna, mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga harmoni antar-etnis di Indonesia yang kaya akan keberagaman,” tambahnya.
Menyentuh esensi filosofi Minangkabau, beliau menjelaskan, “Kuliner Minangkabau selalu mengajarkan filosofi alam takambang jadi guru, di mana setiap rasa, setiap bumbu, dan setiap sajian adalah cermin kekayaan budaya bangsa. Mari kita rawat, kita lestarikan, dan kita majukan bersama. Minang Food Street ini adalah bukti bahwa adat dan budaya dapat menjadi pilar ekonomi yang kokoh serta jembatan silaturahmi antarbangsa, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.” ujarnya.
Acara Minang Food Street 2025 ini diharapkan tidak hanya mengangkat kuliner tradisional Minangkabau ke panggung nasional, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antar-anak bangsa melalui jalur kebudayaan, adat, dan kearifan lokal. Dengan estimasi ribuan pengunjung, acara ini juga berpotensi menjadi katalisator bagi pariwisata kuliner di Tangerang Selatan, sambil mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. (Red/Simabua||INFO/Barto.S)
klik
