
Simabuainfo.com – Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (IKA BEM) Nusantara resmi melantik kepengurusan barunya dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Jakarta, Kamis (18/06/2026). Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria.
Momentum pelantikan ini menjadi langkah penting bagi para alumni aktivis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat konsolidasi, kolaborasi, serta kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
IKA BEM Nusantara menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai wadah strategis yang tidak hanya menjaga semangat gerakan mahasiswa, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan, inovasi, dan kerja nyata dalam mendukung pembangunan desa, penguatan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum IKA BEM Nusantara, Tomy Suswanto, dalam pidato perdananya usai dilantik menegaskan bahwa organisasi ini tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi ruang pengabdian dan kontribusi bagi bangsa.
“Visi besar Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya menjadi slogan. Alumni aktivis mahasiswa harus mampu bertransformasi menjadi kekuatan strategis, menghadirkan solusi, serta mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai tantangan bangsa,” ujar Tomy Suswanto.
Ia menyampaikan bahwa pengalaman, jaringan, serta nilai perjuangan yang dibangun selama menjadi aktivis mahasiswa merupakan modal besar untuk terus berkontribusi melalui berbagai sektor, baik pemerintahan, dunia usaha, organisasi masyarakat, maupun bidang profesional lainnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dari berbagai unsur, di antaranya Teuku Zulkarnain, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Golkar; Nofel Saleh Hilabi, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia; Siswanto, Ketua Umum ADKASI; Sugeng Santoso, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan; serta Suswanto, Direktur Utama PT Zahra Inti Retsuna.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan IKA BEM Nusantara sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang diharapkan mampu mempertemukan kekuatan alumni, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan nasional.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (PB IKA BEM) Nusantara, Eko Saputra, menyampaikan bahwa semangat kritis dan idealisme mahasiswa harus terus dijaga serta diwujudkan dalam bentuk gagasan dan aksi nyata.
“Semangat perjuangan mahasiswa tidak berhenti setelah menyelesaikan masa kampus. Energi tersebut harus bertransformasi menjadi kontribusi, inovasi, dan kolaborasi produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Eko
Dalam rangkaian pelantikan tersebut, Pengurus Besar IKA BEM Nusantara melalui Maizal Alfian juga menyampaikan Pernyataan Sikap dan Komitmen Kebangsaan sebagai fondasi moral organisasi dalam menjalankan peran strategis di tengah dinamika sosial, politik, dan pembangunan nasional.
Komitmen tersebut meliputi penguatan nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan nasional, mengawal demokrasi yang berkeadaban, memperkuat harmonisasi kebangsaan melalui kolaborasi, menjadi mitra strategis negara dalam pembangunan, mendorong kepemimpinan muda yang berintegritas, memperjuangkan keadilan sosial, serta menjaga ruang kritik konstruktif sebagai bagian dari kontrol sosial yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Ahmad Riza Patria dalam arahannya menekankan pentingnya peran kaum intelektual muda dalam mendukung pembangunan desa, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, alumni gerakan mahasiswa memiliki modal besar berupa kapasitas intelektual, pengalaman kepemimpinan, dan jaringan luas yang dapat menjadi kekuatan positif dalam mengawal pembangunan bangsa.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, IKA BEM Nusantara berkomitmen menjadi rumah besar bagi alumni aktivis mahasiswa untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi nasional, dan mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera.



