Datuk Rajo Kuaso: Presiden Prabowo Sedang Berjuang Membebaskan Indonesia dari Cengkeraman Bandit Ekonomi

JAKARTA, SIMABUA || INFO— Pengamat politik, sosial, dan budaya sekaligus Datuk Kepala Pasukuan, Yangmulia (YM) Datu M. Rafiq Datuk Rajo Kuaso, menyampaikan wejangan politik yang sarat makna kebangsaan dan kesadaran moral dalam menyoroti arah kepemimpinan Presiden ke-8 Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Sebagai inisiator Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI) wadah yang terdiri dari sejumlah raja, sultan, datuk, ratu, dan para tokoh pemangku adat Nusantara Datuk Rajo Kuaso menilai bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo menjadi momentum penting dalam perjuangan membangun kembali kedaulatan ekonomi dan moral bangsa.

Dalam pesannya, Datuk Rajo Kuaso melansir pernyataan Saiful Chaniago, Ketua Umum PASPROBO (Pasukan Pro Prabowo), yang menegaskan bahwa perjuangan Presiden Prabowo bukan sekadar agenda politik, melainkan sebuah misi besar untuk membebaskan Indonesia dari sistem yang selama ini dikuasai oleh para “bandit ekonomi”.

“Presiden Prabowo sedang berjuang untuk memastikan Indonesia terbebas dari cengkeraman para bandit yang selama ini merampok kekayaan bangsa dan menyebabkan rakyat Indonesia jatuh miskin. Oleh karena itu, seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu mendukung penuh perjuangan Presiden Prabowo,” demikian dikutip dari pernyataan Saiful Chaniago yang disampaikan oleh YM Datu M. Rafiq Datuk Rajo Kuaso melalui status media sosialnya.

Datuk Rajo Kuaso menegaskan, rakyat Indonesia harus memahami bahwa perjuangan Presiden Prabowo bukan sekadar membangun infrastruktur atau menata ekonomi, tetapi juga mengembalikan keadilan dan kedaulatan bangsa.

Ia menyerukan agar seluruh lapisan masyarakat terutama para tokoh adat dan budaya Nusantara ikut menjadi penjaga moral bangsa di tengah perubahan politik dan ekonomi yang sedang berlangsung.

“Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan fisik dan teknologi, tetapi juga oleh moralitas dan nilai-nilai adat yang luhur. Karena dari situlah akar peradaban Nusantara tumbuh dan memberi arah bagi kepemimpinan yang adil dan bermartabat,” ujar Datuk Rajo Kuaso.

Melalui Forum Komunikasi Majelis Adat Indonesia (MAI), Datuk Rajo Kuaso bersama para raja, sultan, datuk, dan ratu dari berbagai penjuru Nusantara berkomitmen untuk menjadi penyeimbang moral bangsa serta mitra etik pemerintah dalam menjaga marwah budaya dan keutuhan negara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *