Teks Gambar : Foto Kolase (Dok.Google/Ist)
JAKARTA, SIMABUA || INFO— Dewan Adat Bamus Betawi kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial dan menjaga harmoni masyarakat melalui kegiatan tahunan “Ramadhan Penuh Cinta ke-15”, yang digelar pada Rabu (18/3/2026) di Balai Budaya Condet, Jakarta Timur.
Kegiatan yang telah berlangsung konsisten sejak tahun 2008 ini menjadi wujud nyata istiqamah Bamus Betawi dalam menebar kebaikan di bulan suci Ramadhan. Sebanyak 500 anak yatim piatu menerima santunan dan paket bantuan, dalam suasana penuh kehangatan yang juga dihadiri tokoh masyarakat, ulama, aktivis, serta unsur pemerintahan.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 16.00 WIB, meliputi santunan, doa bersama untuk bangsa, hingga buka puasa bersama. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat yang memperkuat nilai kebersamaan di Jakarta.
Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang organisasi dalam memadukan nilai keagamaan dan budaya Betawi.
“Sejak 2008 kami berkomitmen untuk terus hadir berbagi dengan anak-anak yatim. Tahun ini jumlahnya 500, menyesuaikan kondisi, namun semangatnya tidak pernah berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, menyantuni anak yatim bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan tradisi yang telah melekat kuat dalam identitas masyarakat Betawi, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
“Alhamdulillah kita bisa berkumpul bersama anak-anak yatim. Ini bukan hanya soal santunan, tetapi juga doa bersama agar Jakarta dan Indonesia senantiasa aman, damai, dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mendukung pembangunan, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal serta keharmonisan sosial.
Lebih lanjut, Eki menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.
“Ramadhan adalah bulan yang luar biasa. Setiap amal dilipatgandakan, bahkan hal kecil memiliki nilai besar, apalagi ketika kita berbagi dan menyantuni anak yatim,” tuturnya.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa dinamika dalam penyelenggaraan kegiatan merupakan hal yang wajar. Namun, kesamaan niat untuk membahagiakan anak-anak yatim menjadi kekuatan utama yang menjaga soliditas panitia.
“Perbedaan itu biasa, tapi tujuan kita sama. Insyaallah semua berjalan dengan baik,” katanya.
Menutup pernyataannya, Eki menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Ini adalah kerja bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Alhamdulillah sudah 15 tahun berjalan dan insyaallah akan terus kita lanjutkan,” pungkasnya.
Dengan semangat Ramadhan Penuh Cinta, Bamus Betawi berharap kegiatan ini terus menjadi inspirasi dalam menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat solidaritas masyarakat, serta menjaga nilai-nilai budaya dan kebersamaan di tengah kehidupan kota yang dinamis.








